2nd stupid regret poem
Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini
Raga yang dulu kekar
Menopang semua beban hidup yang ada
Kini yang ada tinggalah kulit dan tulang
Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini
Kulewatkan hari hari hanya dengan angan angan
Angan akan birunya langit
Angan akan tingginya angkasa
Angan akan silaunya matahari
Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini
Dalam jarum jam yang berputar cepat
Dalam kotak yang semakin sempit
Dalam angan yang semakin lebar
Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini
Baru detik ini mataku terbuka
Kulitku telah keriput
Terkikis oleh tebalnya anganku
Yang tertinggal hanyalah petuah …..
Warnailah birunya langit
Panjatlah tingginya angkasa
Nyalakan cahaya matahari
