Burung vs Semut
Antara siang dan sore , ketika matahari condong ke ufuk barat, matahari masih juga belum menurunkan temperaturnya. Masih sepanas siang bolong tadi, juga sepanas pergumulan seru antara seekor burung ‘emprit’ dan beberapa semut ‘keranggang’. Karena tidak tahu kronologisnya dengan pasti, saya hanya melewati mereka saja. tapi setelah itu terbayang burung saya … *burung sungguhan* , yang dalam sangkar, dia pinter menyanyi tapi sayang sudah mati, mati tua dan di gerogoti semut.
Tak ingin burung emprit itu mengalami nasib yang sama dengan burungku (doh), segera ku balik mundur ke arah mereka. Bentuk burung itu sudah sangat menghawatirkan dengan bulu rontok nyaris gundul, dengan di penuhi semut dengan gigi supit tajam menggigit erat tertempel di sekujur tubuh si burung. Ironis memang mahluk yang ukurannya ratusan kali lipat lebih besar dan bisa terbang kalah dg segerombolan keranggang kecil tapi kompak.
Dengan bekal rasa iba segera saya ambil tindakan pencegahan dengan mencabut satu persatu semut dari tubuh burung. Sampai tak saya sadari yang tercabut adalah tubuh semut saja, sementara kepalanya masih menempel kuat menggigit. Saya coba lagi mencabut semut yang lainnya dan hasilnya tetap sama.
Sejenak saya berhenti dalam eksekusi jagal itu sambil terdiam. Terdiam diantara dua tindakan sebagai savior atau pembunuh massal. Sejujurnya sebuah keputusan sulit, karena saya tidak tahu kronologis sebelumnya. Siapa yg lebih dulu memulai, burung atau semut keranggang. Apapun dari dua tindakan itu yang saya lakukan tidak akan mengubah keadaan, tetap akan terjadi pembunuhan dan semakin terpelihara chain of hatred. Tidak diambil tindakan pun kedua jenis mahluk itu belum tentu bisa berdamai. Dan semakin menyamarkan arti kata perdamaian universal.

hmmmmm … (thinking)
etha
10 Mei 2009 at 1:18 am
haayyah ga usah dipiikir
kalong
11 Mei 2009 at 6:53 pm
*bacacepat*
jadi burungmu sebesar semut??
eh, atau semutna diburungin?
loh…burungmu disemutin…
*digaplok*
darknessdevilgirl
10 Mei 2009 at 12:07 pm
Alhamdulillah burungku masih hidup dan berkicau *kalem*
kalong
11 Mei 2009 at 7:03 pm
tapi nada na fals tuh…
*kaburrr*
darknessdevilgirl
12 Mei 2009 at 11:30 am
masa sih? tes tes testing
kalong
17 Mei 2009 at 3:58 pm
Ketimbang menelusuri makna yg tersirah, lebih seru mantengin diskusi darknessdevilgirl dan sang empunya burung *burung kalong tentunya* haha… garelo tah berdua (LOL)
kips
23 Juni 2009 at 5:12 am
TuTup pake handuk heheeh
kalong
27 Juni 2009 at 11:29 am
Tuh kan jadi salah, maksudnya tersirat jadi tersirah (doh)
kips
23 Juni 2009 at 5:14 am