Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Archive for Juli 2008

2nd stupid regret poem

leave a comment »

Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini

Raga yang dulu kekar

Menopang semua beban hidup yang ada

Kini yang ada tinggalah kulit dan tulang

Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini

Kulewatkan hari hari hanya dengan angan angan

Angan akan birunya langit

Angan akan tingginya angkasa

Angan akan silaunya matahari

Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini

Dalam jarum jam yang berputar cepat

Dalam kotak yang semakin sempit

Dalam angan yang semakin lebar

Berpuluh puluh tahun aku berada dalam raga ini

Baru detik ini mataku terbuka

Kulitku telah keriput

Terkikis oleh tebalnya anganku

Yang tertinggal hanyalah petuah …..

Warnailah birunya langit

Panjatlah tingginya angkasa

Nyalakan cahaya matahari

Written by exKalong

30 Juli 2008 at 12:29 pm

Ditulis dalam stupid poem

Tagged with , , , , ,

Ninja “nuwun sewu”

leave a comment »

Nuwun sewu pak … sambil bergerak pelan dengan posisi tulang belakang melengkung, kaki di tekuk dan tangan kanan depan tegak lurus kebawah, saya melangkah melewati deretan orang2 tua yang jongkok di tepi gang. Mengingatkan saya pada seorang ninja yang mengintai di kegelapan, bedanya kalau ninja dengan pandangan penuh kewaspadaan sedangkan saya dengan penuh kenarsisan dan keja’iman. Para orang2 tua itu dengan senyum penuh sumringah berkata ‘monggo monggo nak’, seakan penuh kepuasan akan diakui keberadaannya yang tengah berjongkok ria itu.

Saat itu saya masih bersyukur cuma melewati beberapa barisan pejongkok saja. tempo hari pernah dalam sebuah kondangan teman yang nikah, bermaksud sebagai tamu yang baik saya bertanya “di mana mempelainya kok ga kelihatan”, rupanya orang2 di sana sangat lah terlalu baik hati dengan mempersilahkan saya untuk masuk ke dalam rumah yang sesak penuh dengan manusia dan perabotan yang tidak bisa dibedakan. saking baik hatinya beberapa Ibu2 lainnya juga ikut mempersilahkan sambil mendorong2 masuk (perasaan ga kayak di kondangan, malah mirip peloncoan siswa) ketika melihat saya maju mundur untuk masuk. “silahkan masuk, jangan malu2 mas” kata mereka bergantian.

”Anjriit“ .. bukannya karena malu .. hanya saja melihat sirkuit yang akan saya lewati nanti membuat ngeri. Para ibu ibu yang sedang ‘rewang’ tengah berjongkok ria berderet di lorong rumah tersebut hampir sepanjang 7 meter sebelum saya sampai di tempat teman saya yang nikah. Kalau saja sirkuitnya lurus itu tak menjadi masalah, tapi yang saya lihat di sini nyaris tidak ada space yang tersedia buat telapak kaki untuk masuk diselah para pejongkok itu, terlebih setelah saya amati mayoritas para pejongkok rata2 bahenol yang bisa berakibat terjepitnya kaki ku di sela gumpalan-gumpalan daging itu . Berarti saya harus mengatur strategi, dan mengatur timing yang tepat dalam setiap langkah kaki, karena selain melangkah saya harus melakukan gerakan ninja “nuwun sewu”, sebab rata2 para pejongkok adalah ibu2 paruh baya keatas, sebagian kecil lagi cewe2 yg masih muda (kalo yg ini kaki kejepit gpp , ikhlas kok).

Belum sempat mengatur strategi yang jitu.. tiba2 ibu ibu baik hati di belakang ku mendorong sambil berkata “ ayo tho gak usah sungkan2”, membuyarkan kuda2 ku untuk melangkah. Tanpa pikir panjang coba kupakai gaya ninja sungguhan dengan langkah agak cepat, yang berkakibat wajah nyaris tumpah ke adonan kue dan spontan para pejongkok teriak. Tapi insiden itu membawa efek baik … seolah nabi Musa yang membelah lautan, barisan pejongkok tersebut membelah diri membeli jalan kepada saya untuk lewat. Dengan tergesa2 kulewati mereka sambil cengar cengir dan respon dingin kutangkap dari wajah2 para pejongkok itu. Bagaikan melangkah di tengah hutan angker, jarak yang Cuma 7 meter terasa berkilo kilo. Hingga sampai tujuan, saya baru menyadari saya lupa melakukan gerakan ninja “nuwun sewu”. Pantesan tatapan mereka sedingin kutub utara dan seangker kolong tempat tidur. Daerah sini memang memiliki adat tata krama yang kuat, sampai sekarang masih di terpakkan ke anak cucunya , mungkin karena overdosis tatakrama itu wajah mereka kelihatan jutek (hehe yg ngerasa gpp marah). Sampai di tempat temanku seolah menjadi pelipur lara dengan guyonan dan gojlokan garing tentang bulan madu. Sampai akhirnya harus kembali ke tempat semula, saya baru menyadari kalau harus melewati sirkuit yang sama dengan tadi … fiuhhh … siapkan gerakan ninja “nuwunsewu” (see u next post)

Written by exKalong

28 Juli 2008 at 2:50 pm

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , , , ,

No more privilege in my room

with 2 comments

“MY ROOM MY RULE”, demikian teks yang sudah saya ketik di komputer dan siap untuk di print, dengan model clipart jadul gaya ms word plus asesoris teks seadanya. Rencananya tulisan tersebut akan saya tempelkan di daun pintu kamar saya. Kalo hyena memberi tanda area kekuasaannya dengan air kencing, maka saya menggunakan cara yg lebih manusiawi (ga mungkin saya mengencingi kamar saya, bisa2 dilabrak orang serumah) dengan cara menempelkan tulisan “MY ROOM MY RULE”, gak peduli dirumah ga ada yang ngerti bahasa inggris karena kalo di bahasa Indonesiakan jadi aneh.

Ga tau mengapa kamarku slalu menjadi favorit orang serumah, entah itu ponakan, sodara, sepupu bahkan kecoak dan cicak, Seolah ada magnet yg menarik mereka kekamarku, atokah memang itu dari pengaruh dari daya tarik pemilik kamarnya??? :D. hal itu menjadikan saya tidak mempunyai privasi apapun di kamar saya sendiri, mulai dari kasur sampai komputer , menjadi ajang share bagi orang serumah. Efeknya lumayan bikin stress, ga bisa fokus belajar, garap kerjaan n ga bisa tidur pulas (plus ga bisa nonton B**ep (swear, ini sdh jarang ) , sssttt).

Cukuplah intruduction of my room, Kembali tulisan “MY ROOM MY RULE” lagi, oh ya sampe mana tadi….(delay 20 menit). Ehhmm, singkat cerita Teks sudah di print, terus ambil nasi dari magicjar buat lem, dan sepenuh hati ku lumatkan lem nasi ke kertas teks tadi. Dengan pandangan tajam ku pandang sejenak pintu kamarku, dalam hati berkata ‘this is the time’. Saatnya kuikuti kata hati, saat nya kutunjukkan ketegasanku, jati diriku, sisi gelap ku (halaahh). Dengan penuh perasaan dan kemantapan hati kutekan dengan lembut tapi penuh kekuatan ke Kertas menuju daun pintu, kuratakan sisi kertas biar rapat dan tidak ada yg ‘mengelontok’nya. Sebagai sentuhan terakhir ku tekan rada keras seluruh permukaan dan “ Groobyaaakkk” , to be continuee …… (heheh ga ga )

Pintu kamarku ambruk, menimpa meja kecil di balik pintu yang berisi buku bekas. Ga percaya apa yang terjadi, membuat ku ling lung, bingung mau marah kesiapa, Jebol sudah tembok privasiku. Ternyata ‘kusen’ di sisi pintu tsb sudah lama di gerogoti rayap, dan biaya untuk memasang pintu tersebuat lumayan mahal karena harus memasang ‘kusen’ pintu yang baru, mungkin sekitar 1 jt an. Gara2 filosofi “MY ROOM MY RULE” sialan tersebut, kamar yg setidaknya tadi ada privasinya sedikit skrng malah bagaikan windows yg ga ada antivirus dan antispyware nya. Semua worm dan trojan bebas berlalu lalang, menyisakan serpihan2 snack di lantai dan botol minumanku menjadi asbak. Ga ada privasi lagi di kamarku .. siapa mo tukeran kamar???? ( see u in next post..)

Written by exKalong

26 Juli 2008 at 1:50 pm

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , , ,

Buah Aneh

with one comment

Habis menggeledah tas kemarin, saya menemukan benda aneh yang hampir saya lupakan. Itu adalah biji dari buah yang saya tidak tau namanya. Saya dapat buah itu dari teman se kantor sewaktu ultah perusahaan. Sewaktu pertama liat bentuknya saya kira apel, Cuma ada pattern aneh di tekstur kulitnya yang mirip huruf arab (sewaktu saya teliti, kirain lafadz ‘Allah’, ternyata bukan). Tanpa berpikir panjang tuh buah langsung saya sikat, tp spontan saya di buat terkejut dengan rasa dan tekstur daging buahnya, rasanya mirip tomat Cuma lebih padat teksturnya dan bijinya Cuma ada satu di tengah sebesar biji salak. Sampe sekarang saya masih penasaran buah apakah itu ….,

Ciri2nya sebagai berikut

  1. Bentuknya mirip apel merah ada kuning2nya dikit
  2. gedenya sebesar +- ¾ genggaman tangan orang dewasa
  3. rasanya manis, teksturnya dagingnya mirip tomat Cuma kurang berair
  4. selebihnya sudah lupa, coz swaktu makan lebih konsentrasi ke sensasi rasanya (slruuuupp)
biji buah aneh

biji buah aneh

Berhubung buahnya sudah ketelan dalam perut, barang bukti yang tersisa Cuma bijinya. Tadi siang baru saya tanam di sebelah rumah setelah menggeledah tas. Bentuk bijinya udah kering (udah hampir 1 bulan di dalem tas), ga tau masih bisa hidup ga klo di tanam.

Sooo the conclusiion (tak ada kejadian, klo da ada hikmah, tul ga) , ga tau itu buah impor ato lokal, saya jelas2 perlu mengeksplorasi kekayaan yang di berikan oleh Allah di dunia ini, rasanya hidup yg mungkin ga sampe se abad ini akan sia2 kalo cuma buat di depan monitor aja (kaya ngeblogging heheheheh), mungkin masih banyak sesuatu di luar sana ato bahkan disekitar kita yg blom sempat kita rasa.. soo coba skali2 jilatin monitormu, siapa tau berasa strawberry :P, see u in next post.

Written by exKalong

24 Juli 2008 at 3:35 pm

Ditulis dalam kulihat, Kurasa

Tagged with , , , ,

My 1st ever Stupid Poem

with 4 comments

I saw she there

She never saw me

It’s been long since im here

Wish you’re eyes direct on me

One season since im here

Im still invisible 4 u

Duno why

Is’t im just dusk 4 u…

Until that day

When we pass together

I saw light on her eyes

That shot through the pupil of my eyes

Then go down in deep of my hearht

It’s breaking my common sense

You’re half of angel

But if u an angel, why u not grant my wish

Just one wish, -> let me know u more

Now I know why

Im not deserve for u

Coz I just an evil

Who just can watch u from darkside

Just let me be a shadow that always surrounding your dream

Until Heaven n Hell blend together

Written by exKalong

24 Juli 2008 at 3:35 pm

Ditulis dalam stupid poem

Tagged with , ,

Skenario bangun Shubuh

leave a comment »

Setelah sore malam bekerja (btul skali, bramgkat sore jam 2 plng jam 1.30 malam), bukan brarti nyampe dirumah mata bisa langsung terpejam. malahan mata semakin terbelalak, padahal waktu di bus udah tinggal 0,5 watt. Gara2 banyak object menarik di rumah berupa makanan, Game, acara tv, bacaan dan berbagai object yang menggiurkan bagi saya yg memang lebih banyak kekurangan hiburan cos kebanyakan hidup di jalan dan kotak akuarium ( ruang kerja tercinta 😛 ).

Sambil nerusin Assassin Creed (nih game dialognya puannjang banget n ga bisa di skip :C) setelah sebelum nya PES2008( 5 thumb 4ever for this game, 2 jempol tangan, 2 jempol kaki, yg 1 jempol pinjam yg baca ini heheh) di hajar el Barca pake Liverpool 4-0 heheh malu2in, tak terasa jam di hp dah nunjuk pukul 3 dini hari lebih. Frekuensi mata udah mulai blurr, pikiran berada antara alam mimpi dan alam kasur, kelelahan pada badan selama berkerja dan perjalanan mulai menunjukkan gejalanya dan dialog di Assassin creed blom jg kelar (nyebeelin). Ini adalah saat yang dilematis bagi saya ( ce’ileee), nurutin insting dari otak kanan tuk tidur ato nuruti hati nurani yang telah saya rancang melalui otak kiri agar menunggu sampe jam 4.30 tuk melaksanakan kewajiban sholat Shubuh.

Yup….. keputusan sdah saya ambil, dengan pandangan semakin blurr+ agak gelap+belakang kepala pusing , saya ambil KEPUTUSAN ….. Tidur (Zzzzzzzz…). Sampe esok harinya (eh siang) jam 10 an, sambil mulet (bhs Indonesia nya menggeliat, tp sy ga mau pake kata itu, cos ingat kaya cerita bokep ) saya bangun dg badan rasanya copot semua (itulah effek dari bangun kesiangan), tapi bukan itu yg menjadi msalah melainkan fikiran bawah sadar yg sejak mata melek td menjerit berteriak “ hoooi wan, td kamu blom sholat Shubuh, Blo’on lu, tuh liat Setan2 pada ketawain kamu”. Yup …. Nyeseell banget , pengennya mbodoh2in diri sendiri. dan kejadian seperti itu sudah ber ulang2 sejak saya berkerja di perkerjaan saya sekarang ini, meskipun sebelum berangkat kerja ato sewaktu perjalanan di bus saya sudah merancang skenario yg sedemikian rupa agar sewaktu pulang bisa melakukan sholat Shubuh dan tidur cukup plus bangun pagi.Ada tiga skenario utama yg biasanya saya coba terapkan, antara lain:

· kalo nyampe rumah blom nyampe jam 1. Langsung tidur->Bangun jam 4.30 shalat Shubuh dan tidak tidur lagi (ntar jam 10’an bisa nglanjutin tidurnya, cukuplah).

· Klo nyampe rumah lebih dari jam 1 ato jam 2’ an . Melek terus (sambil ngelakuin hal2 yg berguna bagi nusa dan bangsa, kaya maen game :P) sampe subuh, trus abis Shubuhan langsung tidur.

· Nih yg paling Extrem, tidur di kantor sampe Shubuh, trus abis itu pulang sampe rumah sekitar jam 7’an pagi, sambil Joging.

Tapi planing sekedar planing, nyatanya yg sesuai skenario selama ini Cuma dapat di itung dengan jari, kadang juga bangun shubuh karna hal accidentil ( misal waktu shubuh ponakan tiba2 nangis keras, ato saya terjatuh dari tempat tidur ). Soo Anyone can advice me, please … cos saya tidak ingin menjadikan alasan perkerjaan menjadi halangan untuk melaksanakan kewajiban Sholat. sampai saat posting blog ini penulis masih tetap berusaha mencari solusinya dan dialog di Assassin creed blom juga kelar (Baaahhhh).

Written by exKalong

22 Juli 2008 at 3:09 pm

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , ,