Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Sang revolusioner, Che Guevara ataukah Fidel Castro ?

with 5 comments

Tahukah jawabannya? Yang jelas , saya juga tidak tahu. Tetapi intinya , setelah saya telaah dari buku biografi fidel castro, kesimpulannya adalah saya tambah bingung. Dan karena membaca posting ini anda jangan bingung mengapa saya menulis sesuatu yang kurang saya pahami, karena saya sendiri juga bingung mengapa saya kepingin nulis tentang ini. Dan di dalam kebingungan …….. halah.

duo revolusioner che dan castro

Apapun yang akan saya tulis tentang dua revolusioner ini, saya harap tidak menyinggung pihak siapapun mengingat kapasitas saya yang bukan sejarahwan ataupun politican, saya Cuma web programerwan yang berusaha tidak menyinggung siapapun juga, tapi bagi pihak yang merasa tersinggung silahkan di perbolehkan nungging .. 😀 gak nyambung yah.

Oke kita mulai dari che guevara (bentar buka wikipedia dulu …), revolusioner muda asal argentina ini sangat populer di mata masyarakat internasional. Banyak pemuda menggunakan figur “el Che” (sebutan lain che guevara) sebagai simbol independensi dan anti imperialisme, tidak hanya di kuba ( che asli argentina, tetapi menetap sebagai panglima perang di kuba dengan sahabat karibnya fidel castro sebagai perdana menteri), tetapi juga di seantero dunia ini termasuk di negara kita yang tercinta ini. Saking populer nya, figur che dapat kita jumpai dalam berbagai bentuk benda seperti bendera, spanduk suporter sepak bola, t-shirt, paint wall, susu kalengan (eh gak ding). Bahkan dulu saya kira che guevara adalah merek kaos oblong, karena tiap hari teman saya memakai kaos itu, sewaktu saya tanya teman saya ..”itu gambarnya siapa?” dia menjawab “pelukis”.

Che merupakan penganut teori marxis sejati, visi2 nya mengenai kebijakan ekonomi dan pemerintahan socialism kelak yang akan menuntun fidel castro ke jalur komunis. Tidak hanya itu, dia juga sangat ahli dalam taktik perang gerilya, pernah dalam suatu statement dia berkata kepada fidel castro “revolusi dengan jalan kekerasan adalah suatu cara untuk mengakhiri rezim ditaktor yang korup di negara-negara miskin Amerika latin”. Dan untuk selanjutnya cari sendiri ke om google…:P

Berikutnya tentang Fidel Castro …(bentar, kalo ini baca buku biografinya ..). Terlahir dengan nama Fidel Alejandro Castro Cruz, merupakan tokoh anti Usa nomor satu di dunia. Kebijakannya dalam berkiblat ke arah Uni Soviet membuat atmosfir perang dingin berada pada puncaknya dan nyaris terjadi perang nuklir ketika Soviet menempatkan rudal rudal Balistik nya di daratan Kuba, yang tentunya mempunyai jarak tempuh yang cukup untuk meratakan seisi Washington DC sebagai tandingan rudal2 balistik USA yang di tempatkan di Turki , Inggris dan Italy. Pertemuannya dengan che guevara sewaktu dalam pengasingan di mexico merupakan peristiwa bersejarah yang akan menjadi awal peristiwa revolusi besar2an di Amerika selatan. Bersama che , castro berhasil menggulingkan pemerintahan korup presiden kuba Fulgencio Batista dan untuk di kemudian hari memproklamirkan dirinya sebagai perdana menteri Kuba dan mengangkat che guevara menjadi panglima perangnya. Wueeeeh capeek ngetik …

castro dan che sewaktu masih netek

castro dan che sewaktu masih netek

Jadi kesimpulan siapakah revolusioner sejati? Yang jelas dua2 nya memiliki ciri khas dan kelebihan sendiri. terlepas dari kelebihan jenggot castro, dia memiliki ketegasan level tinggi di imbangi dengan kekerasan dia sewaktu menghukun mati ribuan tahanan politik. Tapi kharisma dia sebagai robinhood rakyat jelata tak pernah pudar di mata masyarakat Kuba. Sedangkan che cenderung lebih dingin dalam mengatasi masalah, meskipun faham marxisme telah mengalir di aliran darahnya. Tapi che memiliki kelebihan yang signifikan di bandingkan castro, dia lebih stylish dan fashionable di bandingkan castro yang lebih terlihat kumuh tak terawat dengan jenggotnya yang tidak pernah di sisir. Che memiliki topi baret yang dulu pernah ngetrend di kalangan muda mudi, apalagi foto nya yang foto genik dengan pandangan kosong ke depan itu sering di buat stiker dan kaos oblong. Coba saja jualan kaos bergambar che dan castro ke cewe2, pasti cewe2 pada berebut kaos che sambil teriak “iiihh gemess ada fotonya andrea hirata”. Jadi kesimpulannya revolusioner sejati adalah che guevara .. demikian analisa tajam dan akurat dari saya … percaya gak percaya, saya juga gak percaya.

Iklan

Written by exKalong

5 Agustus 2008 pada 9:43 pm

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wow emberr

    they

    15 Agustus 2008 at 4:39 am

    • JIKA ANDA BUTUH ANGKA RITUAL 2D 3D 4D DI JAMIN 100% JEBOL BILAH BERMINAT HUB KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB THA,SK ROO,MX SOBAT…

      JIKA ANDA BUTUH ANGKA RITUAL 2D 3D 4D DI JAMIN 100% JEBOL BILAH BERMINAT HUB KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB THA,SK ROO,MX SOBAT…

      JIKA ANDA BUTUH ANGKA RITUAL 2D 3D 4D DI JAMIN 100% JEBOL BILAH BERMINAT HUB KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB THA,SK ROO,MX SOBAT…

      pak dede

      14 Mei 2013 at 11:53 am

  2. Buku Perang Tan Malaka dan Che Guevara

    semoga bermanfaat..

    Ketika memperingati sewindu hilangnya Tan Malaka pada 19 Februari 1957, Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal Abdul Haris Nasution mengatakan pikiran Tan dalam Kongres Persatuan Perjuangan dan pada buku Gerpolek (Gerilya Politik Ekonomi) menyuburkan ide perang rakyat semesta. Perang rakyat semesta ini, menurut Nasution, sukses ketika rakyat melawan dua kali agresi Belanda. Terlepas dari pandangan politik, ia berkata, Tan harus dicatat sebagai tokoh ilmu militer Indonesia.
    (sumber Tempo)

    Dalam bentuk tanya jawab Tan Malaka di dalam bukunya Gerpolek menjelaskan itu secara gamblang. Menurut Malaka GERPOLEK adalah perpaduan (Persatuan) dari suku pertama dari tiga perkataan, ialah Gerilya, Politik, dan Ekonomi. Lebih lanjut dalam bentuk tanya jawab Malaka menjelaskan sbb :

    Apakah gunanya GERPOLEK?

    GERPOLEK adalah senjata seorang Sang Gerillya buat membela PROKLAMASI 17 Agustus dan melaksanakan Kemerdekaan 100 % yang sekarang sudah merosot ke bawah 10 % itu!

    Siapakah konon SANG GERILYA itu?

    SANG GERILYA, adalah seorang Putera/Puteri, seorang Pemuda/Pemudi, seorang Murba/Murbi Indonesia, yang taat-setia kepada PROKLAMASI dan KEMERDEKAAN 100 % dengan menghancurkan SIAPA SAJA yang memusuhi Proklamasi serta kemerdekaan 100 %.
    SANG GERILYA, tiadalah pula menghiraukan lamanya tempoh buat berjuang! Walaupun perjuangan akan membutuhkan seumur hidupnya, Sang Gerilya dengan tabah-berani, serta dengan tekad bergembira, melakukan kewajibannya. Yang dapat mengakhiri perjuangannya hanyalah tercapainya kemerdekaan 100 %.

    SANG GERILYA, tiadalah pula akan berkecil hati karena bersenjatakan sederhana menghadapi musuh bersenjatakan serba lengkap. Dengan mengemudikan TAKTIK GERILYA, Politik dan Ekonomi, tegasnya dengan mempergunakan GERPOLEK, maka SANG GERILYA merasa HIDUP BERBAHAGIA, bertempur-terus-menerus, dengan hati yang tak dapat dipatahkan oleh musim, musuh ataupun maut.

    Seperti Sang Anoman percaya, bahwa kodrat dan akalnya akan sanggup membinasakan Dasamuka, demikianlah pula SANG GERILYA percaya, bahwa GERPOLEK akan sanggup memperoleh kemenangan terakhir atas kapitalisme-imperialisme.

    ————-

    Selain berhubungan cukup erat dengan Panglima Sudirman pimpinan gerilyawan yang tangguh (bahkan Adam Malik menyebutnya Dwitunggal), sebenarnya Tan Malaka pernah terlibat langsung dalam medan perang gerilya menjelang kematiannya. Silahkan baca liputan Tempo Persinggahan Terakhir Lelaki dan bukunya serta Misteri Mayor Psikopat. Sehingga sebenarnya lengkaplah Tan Malaka yang berperang dengan kata, organisasi, juga ‘perang senjata’. Atau bisa dikatakan Gerpolek bukan hanya teori baginya, tetapi juga sebuah praktek perjuangan yang dilakukannya.

    Dalam konteks ini saya setuju dengan ketika Harry Poeze mempersandingkan Tan Malaka dan Che Guevara. Walau saya agak terganggu ketika Poeze mengatakan Tan Malaka adalah Che Guevara Asia. Bagi saya Tan Malaka adalah Tan Malaka, Che Guevara adalah Che Guevara.

    Sekedar memperbandingkan buku perang Gerpolek dan Esensi Perang Gerilya yang dituliskan oleh Che Guevara, saya kutipkan bagian tulisan Che Guevara tersebut

    “Perang Gerilya, sebagai inti perjuangan pembebasan rakyat, mempunyai bermacam-macam karakteristik, segi yang berbeda-beda, meskipun hakekatnya adalah masalah pembebasan. Sudah menjadi kelaziman–dan berbagai penulis tentang hal ini menyatkannya berulang-ulang—bahwa perang memiliki hukum ilmiah soal tahap-tahapnya yang pasti; siapapun yang menafikannya akan mengalami kekalahan. Perang gerilya sebagai sebuah fase dari perang tunduk dibawah hukum-hukum ini; tapi disamping itu, karena aspek khususnya, sudah menjadi hukum yang tak hukum yang tak terbantahkan dan harus diakui kalau mau mnedorongnya lebih maju. Meskipun kondisi sosial dan geografis masing-masing daerah (country) menentukan corak atau bentuk-bentuk khusus suatu perang gerilya, tapi ada hukum umum yang harus dipatuhi jenis tersebut.

    Tugas kita kali ini adalah menggali dasar-dasar perjuangan dari jenis (corak) ini, aturan-aturan yang harus di ikuti oleh rakyat yang berupaya membebaskan diri, mengembangkan teori atas dasar fakta-fakta, menggeneralisasikan dan memberikan struktur atas pengalaman tersebut agar bermanfaat bagi rakyat lainya.

    Pertama kali adalah menetapkan : siapakah pejuang dalam perang gerilya ? Disatu sisi ada kelompok penindas dan agen-agennya, tentara profesional (yang terlatih dan berdisiplin baik), yang dalam beberapa kasus dapat diperhitungkan atas dukungan luas dari kelompok-kelompok kecil dari birokrat, para abdi kelompok penindas tersebut. Disisi lain ada populasi bangsa atau kawasan yang terlibat. Adalah penting menekankan merupakan sebuah perjuangan massa, perjuangan rakyat. Gerilya, sebagai sebuah nukleus bersenjata, merupakan pelopor perjuangan rakyat, dan kekuatan terbesar mereka berakar dalam massa rakyat. Gerilya hendaknya tidak dipandang sebagai inferior secara jumlah dibanding tentara yang ia perangi, meskipun kekuatan persenjataannya mungkin inferior. Itulah sebabnya mengapa perang gerilya mulai bekerja ketika kau memiliki dukungan mayoritas, sekalipun memiliki sejumlah kecil persenjataan yang dengan itu kau mempertahankan diri melawan penindas.

    Oleh karena itu pejuang gerilya mendasarkan diri sepenuhnya pada dukungan rakyat di suatu area. Ini mutlak sangat diperlukan. Dan di sini dapat dilihat secara jelas dengan mengambil contoh kelompok-kelompok bandit yang bekerja di suatu daerah. Mereka memiliki semua karakteristik dari sebuah tentara gerilya : Homogenitas, patuh pada pemimpin, pemberani, pengetahuan tentang lapangan dan seringkali bahkan memiliki pemahaman lengkap tentang taktik yang harus digunakan. Satu-satunya kekurangan mereka adalah tidak adanya dukungan dari rakyat, dan tidak terhindari lagi kelompok-kelompok bandit itu ditangkap atau dihancurkan oleh kekuatan pemerintah.”

    ———
    Akhir kata silahkan membaca lebih jauh Gerpolek, Massa Aksi dan buku-buku Tan Malaka lainnya untuk mengerti lebih jauh perkakas perjuangan rakyat yang digagas dan dipraktekannya, juga silah tengok lebih lanjut buku-buku Che Guevara yang sudah cukup banyak beredar di pasaran atau silah kunjung tulisan Che Guevara Online

    Salam Pembebasan

    Andreas Iswinarto

    untuk link tentang tan malaka dan che Guevara silah akses Buku Perang Tan Malaka dan Che.

    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/buku-perang-tan-malaka-dan-che-guevara.html

    andreas iswinarto

    17 September 2008 at 1:05 am

  3. WOW! Gila reply di atas sangat2 panjang dan sarat muatan.

    Kalau berbicara pahlawan gerilya. atau pejuang gerilya, Indonesia tidak pernah kekurangan nama untuk disebutkan. Terbukti sejak awal VOC sebagai badan dagang belanda datang ke Indonesia hingga berubahnya kekuasaan VOC menjadi pemerintahan hindia Belanda, Belanda mengaku harus menerima kerugian dan harus mengirimkan peneliti-peneliti kebudayaan Indonesia untuk mendapatkan pemimpin perang (menangkap dan mengasingkan).

    Perjuangan memang identik dengan pertumpahan darah. Namun, tak kalah pentingnya perjuangan secara diplomatik. Sampai sekarang perundingan dan negosiasi masih sangat dibutuhkan untuk menekan pertumpahan darah.

    Di Indonesia sendiri, perubahan cara pandang perjuangan dari gerilya menjadi diplomasi bertitik pada masa Raden Ajeng Kartini, ketika tulisan tangan bisa menginspirasi berbagai pejuang dan pelajar Indonesia. Dari sini juga penulis terkenal Pramudya Anantatoer mengatakan pendidikan sangat penting bagi bangsa kita.

    Tan Malaka dan Che Guevara boleh mengeluarkan buku perang masing-masing. Seni perang memang telah ada sejak ribuan tahun silam. Dan inilah fakta bahwa mereka (Tan Malaka dan Che Guevara) telah melakukan juga seni berperang dengan diplomasi. Jalur yang telah ditempuh R.A Kartini. Yaitu dengan tulisan dan menerbitkan buku. Mereka tidak juga akan terkenal tanpa mengeluarkan ide dan pemikiran terpendam mereka. Yang menyebabkan kaum muda dengan gelora perjuangan dan nasionalisme tinggi ikut membara setelah membaca tulisan mereka. Tak heran kalau bung Andreas Iswinarto juga sangat bersemangat dengan “salam pembebasan”nya.

    Jadi, kembali ke topik yang diangkat oleh om Brain (begitulah saya mengenal penulis : 1rw@n), diantara Che Guevara dan Fidel Castro siapakah revolusioner Cuba? Jika telah disebutkan dalam tulisan diatas, bahwa Fidel Castro bertemu dengan Che Guevara dan memulai perjuangan bersama-sama, maka memang kedua orang tersebut adalah salah dua tokoh revolusioner. Melihat sepak terjang mereka berdua, wajar jika Che lebih dikenal, karena kedekatan Che dengan tokoh2 muda (para pemuda). Jiwa pejuang pada darah mudanya masih mewakili jiwa pejuang bagi pemuda sekarang. Pada tahun 1960-an setelah kembalinya Che dari China dan Soviet, dia menulis 2 buku. Buku inilah yang menyebabkan Che lebih dikenal sedangkan Fidel Castro lebih dikenal sebagai president Cuba. Jadi, om brain gak perlu bingung2 lagi. 😀

    Karena itu, dalam opini pribadi saya, sesungguhnya tiap individu adalah seorang revolusioner bagi dirinya sendiri.

    soundtrack nulis reply ini:
    – I’d Love To Change The World by Ten Years After
    – Run Through the Jungle by Creedence Clearwater Revival
    (serius, gak sengaja 2 lagu tersebut mengiringi, jadi tambah smangat. Klo pengen dengerin silahkan download sendiri) 😛

    nb: Jangan2 om Brain lebih bingung mencari cinta seperti yg tersirat dalam tulisan berikutnya. hihiii… Nice to read your blog. Keep writing dude!

    ajfly

    1 Maret 2009 at 8:35 pm

  4. wakakakaka, tulisan yang menghibur…trimakasih omm

    luc

    8 Desember 2009 at 1:45 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: