Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Suatu Malam Menjelang 17 Agustus

with 6 comments

Pada sabtu malam kemaren di bungurasih stok bis jurusan Malang-Surabaya kehabisan. Padahal para penumpang jurusan Malang sudah pada keleleran (termasuk saya 😀 ), maklum besoknya tanggal 17 dan 18 agustus hari libur nasional, jadi dengan semangat 45’ rame-rame mereka boyongan pulang kampung. Saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 24:00 lebih yang artinya sudah memasuki tanggal 17 agustus, waktu di mana pada tahun 1945 bung Karno, bung Hatta dan Ahmad Soebarjo sedang sibuk sibuknya menyiap kan naskah proklamasi. Sedangkan saya di sini juga lagi sibuk sibuk nya ngucek mata menahan ngantuk sambil menunggu bis jurusan Malang. Ternyata ada satu bis datang, dan salah seorang calonya bertanya “mau ke mana mas?”, saya jawab “Pandaan” … dia langsung senewen pergi… gak ingat kalo lagi butuh penumpang sampai narik narik tangan seperti fans minta tanda tangan seleb 😦 .

Merasa bakal tidak di terima di bis itu saya langsung naik bis jurusan Pasuruan untuk kemudian turun di gempol dan di lanjutkan naik angkutan kerbau (Bison hehehe). Dan di situlah awal terjadi peristiwa mengerikan berdarah darah. Dimulai ada tiga orang di dalam kendaraan yang saya naiki, yang pertama agak mabuk, orang ke dua lumayan mabuk, ketiga Muaabuk berat sampai mutah mutah njembret. Saat itu terjadi pertengkaran hebat antara si mabuk berat dan lumayan mabuk. Dua orang itu sampai keluar dari kendaraan sambil misuh misuh “Jancok awakmu wis tak bayari sik golek goro goro ae, awas koen tak tempilingi” kata si lumayan mabuk. Si mabuk berat membalas “awamyu sing golyek golro golro dishek … hoooeeek”, mereka berdua pun sudah siap untuk baku hantam. Tanpa basa basi dengan semangat jiwa iblis blogger saya langsung membuka jendela kendaraan …saya ambil handphone .. saya aktifkan kameranya dan ambil kuda kuda untuk take Shot yang terbaik, sungguh moment yang sangat indah untuk di ambil sebagai bahan posting di Blog 😀 . lha ternyata teman satunya yang tidak begitu mabuk datang memisah , dengan sabar dia memisah mereka, rencana busuk dari blogger berfikiran waras pun di kacaukan orang rada mabuk dengan niat baik … dasar orang baik hati penghancur moment indah … aaaarggh.

Akhirnya mereka kembali naik lagi ke kendaraan. Yang lumayan Mabuk duduk di depan dekat Sopir. Sedangkan dua lainnya duduk di kursi paling belakang di dekatku. Dan disinilah di itu semua di mulai. Tiba tiba si mabuk berat menepuk kakiku sambil berkata “Njaok Lokok’e mas”, berhubung ngantuk plus sebal saya jawab sekenanya “Gak Nrokok”. Tidak mendapat rokok dari saya dia pindah ke Bapak didepanku dengan pertanyaan yang sama. Ternyata bapak itu memilih mencontek jawaban saya “Gak Ngrokok Mas”. Setelah itu dia kalang kabut seperti kemasukan semut merah di sempakmya. Tujuannya kali ini si Kernet yang semenjak tadi menunjukkan wajah cemas, dia ternyata juga mencontek jawabanku. Tapi kali ini si mabuk berat meminta lagi dengan suara memaksa. Wajah si kernet semakin cemas (sekali lagi saya ambil handphone dan pasang kuda-kuda untuk take the best Shot he he). Dan apa yang terjadi … Ternyata kali ini lebih parah lagi, temennya yang hampir berkelahi dengan dia tadi justru yang memberi Rokok. Dari kursi paling depan dia menyodorkan rokok ke si mabuk berat, si mabuk berat pun sekonyong konyong mengambil rokok itu, seperti anak kucing yang setahun tidak di susui. Dan ajaib si Mabuk berat langsung duduk anteng sambil menaruh rokok di telinganya. Temannya yang dari depan pun sambil menunjukkan jempolnya diarahkan ke dia seolah tanda perdamaian dan persahabatan, dia pun membalas dengan hal yang serupa sambil tertawa hampir berbarengan. Lha …ada apa’an ini ..acara nobel perdamaian kah.. sungguh akhir yang anti klimaks. Malam yang aneh di menit menit awal memasuki 17 agustus 2008, semoga ini menjadi cerminan bangsa indonesia di usianya yang ke 63, meskipun dalam kondisi ancur ancur’an masih tetap bersatu .. Merdekaa!

Iklan

Written by exKalong

20 Agustus 2008 pada 6:08 pm

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Pertamax dulu deh yaa biar gak kesalip 😀

    Rita

    21 Agustus 2008 at 12:32 am

  2. ktawa dulu… mbaca take shot-nya ampe masang kuda2 hihih 😀
    halahh tadinya kirain bakal beradu golok!! batal dwong the best sho tnya hehe…..
    Tetap Merdeka!! 😀

    Rita

    21 Agustus 2008 at 12:41 am

  3. Bangkit Negeriku
    Harapa itu masih ada 🙂

    achoey sang khilaf

    22 Agustus 2008 at 2:55 am

  4. Wah… dancuke kuwi wer terlalu merdeka ya?.. Hehe

    Andy MSE

    22 Agustus 2008 at 1:00 pm

  5. @Rita::
    Merdeka Juga Mbak!

    @Achoey::
    Amiin .. Bangkit dan Bersatu

    @Andy::
    hehe Kemerdekaan Menulis 😀

    1rw@n

    23 Agustus 2008 at 4:43 am

  6. Wah, kalo mau mabok jangan di bis dong… ayo bareng2 ngajak saya… ditanggung rame deh…

    OK? Hihi.

    Andi Sugiarto

    27 Agustus 2008 at 6:19 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: