Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Perjuangan Terakhir Setan

with 10 comments

hari minggu 31 agustus 2008 menjelang bulan Ramadhan
Kronologi

Tampak tumpukan kue apem empuk putih di sebuah baki. Apem hangat yang masih di kelubuti asap mengepul, menandakan kue apem tersebut masih baru di buat. Yah betul sekali baru saja dibuat, seorang ibu sedang jongkok di depan kompor sambil berpeluh keringat, dengan telaten menyiram setiap cetakan apem dengan adonan. Dia adalah Ibuku, yang semenjak pagi menyiapkan kue apem untuk ater-ater di musholah, tradisi setiap awal memasuki bulan Ramadhan. Dan tebak siapa yang akan menjadi kurir apem tersebut … yaitu … Aku 😀 ( sedikit narsis bagus buat psikologi 😀 ) .

sewaktu menjelang pukul 4 sore tiba tiba mata terasa berat sekali, terpaksa saya rebahkan tubuh di kasur dengan maksud sedikit mengobati rasa berat di mata. Dalam sekejab terpejam tak tersasa jam sudah menunjuk pukul 5 sore, dan aku masih belum ada persiapan sama sekali, masih korep. Tugas pengiriman Apem tidak bisa di alihkan ke orang lain, karena sodaraku sedang pada sibuk suiibuknya. Tetapi tubuh masih sangat berat untuk bangun, seolah ada maghnet di kasur yang mengikat tubuhku.

mungkin ini yang disebut perang batin, ketika niat sedang dilangkahi hawa nafsu. aku membayangkan perang hebat antara malaikat dan setan yang ada di sebelahku, mungkin mereka sedang pisuh pisuhan dan berlomba membisik bisiki telingaku, suara setan terdengar lebih dominan. Saya hanya maklum, kurang beberapa jam sudah memasuki bulan ramadhan, mungkin para setan setan di aliran darahku sedang ngoyo ngoyonya melakukan kewajibannya, sebab sebentar lagi mereka akan di rantai. … betulkah seperti itu … bukannya menyalahkan setan, tapi siapa lagi yang bisa disalahkan .. sorry setan 😀 .

Dalam keadaan psikologi yang compang camping aku sudah tidak ingat berpikir betapa kecewanya Ibu jika kue apem tidak jadi di kirimkan, yang ada hanyalah bangkit atau tidak. Inilah salah satu efek buruk dari perang batin, sangat melelahkan secara psikologis, sampai melupakan perasaan orang lain terlebih Ibu sendiri. Model habit yang buruk seperti itu jelas akan sangat berpengaruh pada kehidupan di masa mendatang. aku anggap sore itu adalah titik tolak hidupku selama ini, kalau tidak sekarang kapan lagi. Semoga saja begitu.

Pelan tapi pasti kubangkit dari tempat tidur, suara Qori`ah dari kaset mengalun lirih dari corong pengeras suara mushollah, menambah kepastian setiap jengkal langkah, seiring dengan meredanya bisikan bisikan setan yang mulai putus asa. Dengan cepat aku mandi bebek, kuambil air Wudlu, ku gotong kue Apem sebaki penuh, misi siap dijalankan. Alhamdulillah kombinasi dari logika dan imajinasi kali ini berjalan kompak. Kemenangan awal menjelang bulan Ramadhan, semoga begitu juga seterusnya, semoga begitu juga buat teman teman .. Amin. Marhaban ya Ramadhan, selamat menunaikan Ibadah Puasa.

*) untuk setan, sampai jumpa selepas Ramadhan 😛

Iklan

Written by exKalong

1 September 2008 pada 10:07 am

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , , , , , ,

10 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. met menunaikan ibadah puasa ya…

    nana

    1 September 2008 at 2:53 pm

  2. hahaha…. kue apem itu kayaknya enak.. hmmm… (met puasa yaa..)

    kucingkeren

    2 September 2008 at 6:26 am

  3. wah pengen kue apem..kemaren gak kebagian di rumah..hiks..

    hidayat

    3 September 2008 at 1:31 am

  4. //sedikit narsis bagus buat psikologi// banyak juga gpp kok mas …huhahahahaha

    mantan kyai

    6 September 2008 at 2:51 am

  5. ..apem putih ya ?

    ariefdj™

    6 September 2008 at 7:01 am

  6. Salam
    Duh sigana urang sunda nya, faham soal kue apem segala (susah bikinna kan), mau dong kapan diantar ke SENYAWA 🙂

    nenyok

    6 September 2008 at 8:33 pm

  7. @nana::
    sama sama na

    @kucingkeren::
    mau … entar kukirim via mail yak hehe 😀

    @hidayat::
    jgn kawatir, ntar lebaran ada apem seabrek 😀

    @mantan kyai::
    iya btul mas, jgn dipanggil blogger kalo ga narsis wkwkwkw

    @ariefdj::
    kalo pengen coklat strawberry boleh juga .. hehe

    @nenyok::
    Maap teh .. saya mah bkn orang sunda, tp aseli jawa, btw apem sunda enak yah … kapan kapan tukeran apem yak

    1rw@n

    8 September 2008 at 1:19 pm

  8. Mohon maaf lahir bathin..

    setannya jangan dipanggil lagi dunks sehabis Ramadhan..
    klo bisa selamanya!!

    dadah setannn 😛

    Rully Patria

    9 September 2008 at 4:22 am

  9. @Rully Patria::
    Sama-sama Mas, mungkin kita perlu bikin PC-MAV anti-setan yak 😀

    1rw@n

    10 September 2008 at 9:21 am

  10. alhamdulilah akhirnya dirimu memenagkan pertempuran ituh…:)
    mau dunks kue apemnya…:)

    ~makasih suda singgah diharumhutan~

    wi3nd

    18 September 2008 at 3:34 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: