Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Nasehat Buatku …. Jangan!

with 3 comments

Baru saya sadari beberapa saat sebelum menulis postingan ini (sebenarnya sudah lama saya sadari)
Sewaktu kecil saya banyak belajar dari nasehat entah itu dari orang tua, teman, guru atau bahkan orang yang baru kenal di jalan. Pikiran kecil polos saya sewaktu itu sangat mudah menerima masukan apapun terlepas dari benar atau tidaknya. Dari beberapa nasihat, saya berhasil mentaati dengan serius dan menjalani dengan berhasil. Tapi apa yang terjadi … beberapa orang yang menasehati saya ternyata melanggar sendiri nasihat yang telah diucapkannya, entah itu dia melakukan dimasa lalu atau setelah menasehati.

Salah satu contoh ketika SMP teman saya menasehati bahaya merokok, dia mendeskripsikan nasihatnya dengan alasan logis tentang kerugian merokok dengan sangat detail, saya berhasil mematenkan nasehat itu dalam hati sampe sekarang. tapi apa yang terjadi dengan dia sunguh antiklimaks, dia menjadi perokok ulung hampir menyamai kakak saya. Bagaimanapun sampai sekarang saya sangat berterima kasih atas nasihat ‘blunder’ tersebut. Begitu juga orang-orang lain yang jika saya ceritakan akan semakin menambah gemuk sikap ngorbral aib orang saya.

Ini mungkin kesimpulan yang tiba-tiba dan prematur, tapi ini ‘fakta’, hampir semua orang (tidak semua) yang menasehati saya dan apabila saya menjalankan nasehat itu dengan benar maka dia akan melanggar sendiri nasihatnya.

Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka begitu,

  1. beban psikologis setelah berhasil memberhasilkan orang lain
  2. ingin orang lain tidak mewarisi ‘kejelekan’ dia
  3. asal ngomong atau sok tau dengan nasehat yang di ucapkannya, tanpa pernah berpikir atau coba merasakan fakta yang diomongkan
  4. merasa superior setelah nasehatnya berhasil, sehingga muncul celah kelengahan
  5. nasihat merupakan salah satu jalan dakwah, maka orang yang berdakwah akan dibebani untuk menjalankan untuk apa yang di dakwahkan tadi, jika tidak berhasil berarti dia belum pantas berdakwa … brarti imannya belum cukup 😀 .
  6. mungkin saya kutukan bagi orang yang menceramahi.
  7. silahkan berimajinasi sendiri

Kemudian bagaimana dengan nasihat orang tua, sorry i must write in english coz I don’t want they (bapak & ibu) to read it. After I realize it, actually i never do their advice trully 100%. It because I worry my conclusion about advice ‘blunder’ will be truth and ruin to them.

Bagaimanapun ini hanyalah kesimpulan tergesa-gesa dan sepihak dari seorang saya …. Jangan dipakai bahan renungan
* yang betul nasihat apa nasehat yak ? *

Iklan

Written by exKalong

16 Oktober 2008 pada 6:19 pm

Ditulis dalam Kurasa, Ngelantur

Tagged with , , , ,

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. iya2.. ga dipakai buat renungan
    saya mah nurut aja 🙂

    hhhehehehee

    dhedhi

    17 Oktober 2008 at 11:49 am

  2. saya cuma angguk2..
    skaligus geleng2..
    ;D

    *lam knall

    Rossa

    19 Oktober 2008 at 4:14 pm

  3. @all : saya sendiri juga bingung mbacanya 😛

    1rw@n

    25 Oktober 2008 at 10:31 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: