Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Archive for Mei 2009

Ulama dan Darwin

with 4 comments

suatu hari di surga,

seorang Ulama sedang jalan-jalan sehat mengelilingi surga,
sesampai disebuah taman, betapa terkejutnya ulama itu ketika bertemu dengan naturalis Darwin,
dan ulama bertanya “darwin, mengapa engkau ada di surga ?”
darwin menjawab “Err … tidak tahu, mungkin Tuhan tertarik dengan teori evolusi saya”

*tarik slimut .. (sleeping) *

Iklan

Written by exKalong

23 Mei 2009 at 7:47 pm

Ditulis dalam iseng

Tagged with , , , , ,

ketika shubuh

with 2 comments

Ada risau yang mengganjal, tatkala mata menjelang terpejam,
Ketika 99 pujian dan syukur ku gumamkan tadi,
Bisikan kata2 indah penuh makna, namun hanya sebatas
intonasi suara tak bernyawa,
Ketika kepala sedang dipenuhi dengan logika.
Apakah nalar ini sudah mati?
ini bukan pertanyaan untukmu Tuhanku,
meskipun ada harap untuk jawabanmu

Written by exKalong

21 Mei 2009 at 10:11 pm

Ditulis dalam iseng, stupid poem

Tagged with

teori konspirasi kasus Antasari

with 9 comments

konspirasi apa’an?

memangnya ada?

hmm … setiap konspirasi pasti ada usaha untuk keuntungan suatu golongan

sejauh ini golongan yang paling jelas mendapat keuntungan adalah yang dapat menaikkan hit traffick dg adanya kasus ini *lirik lirik*

jangan jangan … *kaburr*

Written by exKalong

12 Mei 2009 at 4:59 am

Ditulis dalam iseng, Ngelantur

Tagged with , , , , , , ,

Burung vs Semut

with 9 comments

Antara siang dan sore , ketika matahari condong ke ufuk barat, matahari masih juga belum menurunkan temperaturnya. Masih sepanas siang bolong tadi, juga sepanas pergumulan seru antara seekor burung ‘emprit’ dan beberapa semut ‘keranggang’. Karena tidak tahu kronologisnya dengan pasti, saya hanya melewati mereka saja. tapi setelah itu terbayang burung saya … *burung sungguhan* , yang dalam sangkar, dia pinter menyanyi tapi sayang sudah mati, mati tua dan di gerogoti semut.

Tak ingin burung emprit itu mengalami nasib yang sama dengan burungku (doh), segera ku balik mundur ke arah mereka. Bentuk burung itu sudah sangat menghawatirkan dengan bulu rontok nyaris gundul, dengan di penuhi semut dengan gigi supit tajam menggigit erat tertempel di sekujur tubuh si burung. Ironis memang mahluk yang ukurannya ratusan kali lipat lebih besar dan bisa terbang kalah dg segerombolan keranggang kecil tapi kompak.

Dengan bekal rasa iba segera saya ambil tindakan pencegahan dengan mencabut satu persatu semut dari tubuh burung. Sampai tak saya sadari yang tercabut adalah tubuh semut saja, sementara kepalanya masih menempel kuat menggigit. Saya coba lagi mencabut semut yang lainnya dan hasilnya tetap sama.

Sejenak saya berhenti dalam eksekusi jagal itu sambil terdiam. Terdiam diantara dua tindakan sebagai savior atau pembunuh massal. Sejujurnya sebuah keputusan sulit, karena saya tidak tahu kronologis sebelumnya. Siapa yg lebih dulu memulai, burung atau semut keranggang. Apapun dari dua tindakan itu yang saya lakukan tidak akan mengubah keadaan, tetap akan terjadi pembunuhan dan semakin terpelihara chain of hatred. Tidak diambil tindakan pun kedua jenis mahluk itu belum tentu bisa berdamai. Dan semakin menyamarkan arti kata perdamaian universal.

Written by exKalong

6 Mei 2009 at 3:28 pm

Ditulis dalam iseng

Tagged with , , , ,