Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Archive for the ‘kudengar’ Category

ngiri ke kambing

with 15 comments

Kambing2 itu berjejer horisontal, dengan wajah tanpa beban sambil terus mengunyah rumput2 hijau segar. Tanpa dia sadari eksekusi tinggal beberapa jam lagi. Ada beberapa hal yang membuat saya merasa harus berdiri tegak dan hotmat pada kambing2 itu :

  1. mereka akan menjadi mahluk yang bermanfaat bagi manusia yang notabenya bukan dari spesies yang sama. Jika dibandingkan saya *bukan orang lain* yang kerjaannya Cuma ngadep monitor terasa ada range kapasitas fungsional yg jauh, saya hanya bermanfaat bagi perusahaan sedang kan dia bermanfaat bagi manusia dengan daging yg di korbankan.
  2. mahluk yang selalu low profile dan gentleman, meskipun bulunya tidak seputih jubah ‘mereka’dan jenggotnya tidak sepanjang jenggot ‘mereka’, tapi jelas peran kambing ini lebih nyata dari ‘mereka’ yang selalu menjadi destruktor dg membawa bawa doktrin2 dari penggalan Ayat Suci dan Hadist . Cukup dengan nama ‘kambing’ tidak perlu embel2 ‘pembela bla bla’ kambing sudah memberikan kontribusi yg nyata bagi umat.
  3. enjoy de life .. meskipun eksekusi tinggal beberapa jam, sama sekali tak tersirat beban psikology di wajah mereka, semakin enjoy menikmasti sisa hidup di dunia, bandingkan dengan kita yang glabakan ketika melihat waktu deadline proyek yang semakin sempit, seolah2 hawa neraka menggelitik di blakang telinga dan fikiran menjadi multitasking antara garapan, waktu dan Rp  .
  4. Loyalitas tanpa reward .. pernah dengar kambing minta rokok atau dipijit sebelum di eksekusi * tdk usah dijawab  *. Paling2 mereka Cuma ngembek minta makan rumput ajah dan tidak ada perlakuan spesial bagi mahluk yang akan menambah pahala manusia yg mengorbankan ini. Yg menjadi pertanyaan sudikah kita andai kata sikambing minta bagian pahala kita fifti-fifti?
  5. nyaris semua anatomi tubuhnya berguna, kulitnya bisa dijadikan tanjidor, dagingnya jelas bermanfaat, tanduk bisa di pakai alat pijet, bulunya juga punya value sebagai wol. Lha kalau saya .. tangan kebanyakan ngetik di kibod, otak buat koding, mulut buat makan dan misuh2, mata buat nonton .halah wis.
  6. silahkan di lanjutkan sendiri …

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1425H
*semoga jasa kambing2 itu tetap kita kenang*

Written by exKalong

9 Desember 2008 at 2:50 pm

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa, Ngelantur

Tagged with

Laporan Libur Lebaran lumayan Lelet

with 10 comments

Akhirnya berakhr liburan lebaran, 5 hari lumayan untuk mendodolkan merefresh otak. Sebelum liburan kemaren sebenarnya ada tekad untuk memperdalam ilmu kanuragan dalam waktu 5 hari, yaitu dengan misi menguasai 3 php framework sekaligus (code igniter, prado, cakePHP). Namun rencana tak beralasan dari ego segede telor gajah gak diimbangi niat yang sungguh sungguh, jadilah liburan semakin menyenangkan … lha kok bisa.
Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

5 Oktober 2008 at 2:09 am

Salah Tafsir

with 8 comments

dia selalu ada di pikiranku
mulai bangun tidur
sampai menutup mata
dia ada dimana mana kemanapun aku pergi
hanya dia yang kutau

meskipun dia telah jauh
tetapi bayangan akan dia semakin kuat
setiap hari
dan meskipun dia telah hilang
aku tetap menahannya Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

10 September 2008 at 9:35 am

Perjuangan Terakhir Setan

with 10 comments

hari minggu 31 agustus 2008 menjelang bulan Ramadhan
Kronologi

Tampak tumpukan kue apem empuk putih di sebuah baki. Apem hangat yang masih di kelubuti asap mengepul, menandakan kue apem tersebut masih baru di buat. Yah betul sekali baru saja dibuat, seorang ibu sedang jongkok di depan kompor sambil berpeluh keringat, dengan telaten menyiram setiap cetakan apem dengan adonan. Dia adalah Ibuku, yang semenjak pagi menyiapkan kue apem untuk ater-ater di musholah, tradisi setiap awal memasuki bulan Ramadhan. Dan tebak siapa yang akan menjadi kurir apem tersebut … yaitu … Aku 😀 ( sedikit narsis bagus buat psikologi 😀 ) . Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

1 September 2008 at 10:07 am

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , , , , , ,

Katrok Supremacy

with 8 comments

Mungkin saya adalah manusia paling katrok di Jawa Timur. Beberapa hari lalu saya pergi Giant HyperMart dengan tujuan mencari Kaos kaki. Seumur hidup saya baru untuk pertama kali pergi ke tempat itu, padahal lokasinya sangat dekat sekali dengan tempat kerja. Berhubung kaos kaki sudah aus dan berbau ‘penguk’ sekalian sambil mengisi waktu sebelum kerja, saya pergi ke tempat itu. dari awal masuk saja saya sudah celingukan… ketika masuk pintu depan lha ternyata tulisannya Maspion Town Square, saya pikir kesasar jadi muter balik ke arah kanan lewat pintu samping yang ada tulisannya ‘Giant’, eeh ga taunya Giant dan Maspion Town Square adalah satu gedung. Baru kuakui ternyata aku masih seperti yang dulu, aseli katrok. Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

28 Agustus 2008 at 5:22 am

Tiga pertanyaan penting yang akan mengubah hidup anda

with 3 comments

Selamat siang dunia …. Sebenarnya kepingin posting dengan judul “selamat pagi dunia” berhubung mimpinya baru berakhir jam 10 siang saya tidak dapat berbuat apa apa. Sebenarnya story line mimpi saya tadi sangat tidak mengenakkan, alur ceritanya linear terasa monoton dan pendalam karakter setiap pemain kurang mengena (.. lha kok jadi Rudi soedjarwo ). Orang2 tua bilang mimpi adalah kembang tidur, kalau coba saya artikan “kembang” menginterprestasikan sesuatu hal yang indah, dan “tidur” menginterprestasikan anda dengan mata terpejam sambil mulut menganga mengeluarkan air liur dan suara aneh. Jadi artinya kembang tidur adalah kalau anda tidur dengan mendengkur akan terlihat indah …. eh bukan bukan.. artinya sesuatu yang menghiasi alam tidur anda.. kurang lebih seperti itu.

Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

6 Agustus 2008 at 10:33 am

Ninja “nuwun sewu”

leave a comment »

Nuwun sewu pak … sambil bergerak pelan dengan posisi tulang belakang melengkung, kaki di tekuk dan tangan kanan depan tegak lurus kebawah, saya melangkah melewati deretan orang2 tua yang jongkok di tepi gang. Mengingatkan saya pada seorang ninja yang mengintai di kegelapan, bedanya kalau ninja dengan pandangan penuh kewaspadaan sedangkan saya dengan penuh kenarsisan dan keja’iman. Para orang2 tua itu dengan senyum penuh sumringah berkata ‘monggo monggo nak’, seakan penuh kepuasan akan diakui keberadaannya yang tengah berjongkok ria itu.

Saat itu saya masih bersyukur cuma melewati beberapa barisan pejongkok saja. tempo hari pernah dalam sebuah kondangan teman yang nikah, bermaksud sebagai tamu yang baik saya bertanya “di mana mempelainya kok ga kelihatan”, rupanya orang2 di sana sangat lah terlalu baik hati dengan mempersilahkan saya untuk masuk ke dalam rumah yang sesak penuh dengan manusia dan perabotan yang tidak bisa dibedakan. saking baik hatinya beberapa Ibu2 lainnya juga ikut mempersilahkan sambil mendorong2 masuk (perasaan ga kayak di kondangan, malah mirip peloncoan siswa) ketika melihat saya maju mundur untuk masuk. “silahkan masuk, jangan malu2 mas” kata mereka bergantian.

”Anjriit“ .. bukannya karena malu .. hanya saja melihat sirkuit yang akan saya lewati nanti membuat ngeri. Para ibu ibu yang sedang ‘rewang’ tengah berjongkok ria berderet di lorong rumah tersebut hampir sepanjang 7 meter sebelum saya sampai di tempat teman saya yang nikah. Kalau saja sirkuitnya lurus itu tak menjadi masalah, tapi yang saya lihat di sini nyaris tidak ada space yang tersedia buat telapak kaki untuk masuk diselah para pejongkok itu, terlebih setelah saya amati mayoritas para pejongkok rata2 bahenol yang bisa berakibat terjepitnya kaki ku di sela gumpalan-gumpalan daging itu . Berarti saya harus mengatur strategi, dan mengatur timing yang tepat dalam setiap langkah kaki, karena selain melangkah saya harus melakukan gerakan ninja “nuwun sewu”, sebab rata2 para pejongkok adalah ibu2 paruh baya keatas, sebagian kecil lagi cewe2 yg masih muda (kalo yg ini kaki kejepit gpp , ikhlas kok).

Belum sempat mengatur strategi yang jitu.. tiba2 ibu ibu baik hati di belakang ku mendorong sambil berkata “ ayo tho gak usah sungkan2”, membuyarkan kuda2 ku untuk melangkah. Tanpa pikir panjang coba kupakai gaya ninja sungguhan dengan langkah agak cepat, yang berkakibat wajah nyaris tumpah ke adonan kue dan spontan para pejongkok teriak. Tapi insiden itu membawa efek baik … seolah nabi Musa yang membelah lautan, barisan pejongkok tersebut membelah diri membeli jalan kepada saya untuk lewat. Dengan tergesa2 kulewati mereka sambil cengar cengir dan respon dingin kutangkap dari wajah2 para pejongkok itu. Bagaikan melangkah di tengah hutan angker, jarak yang Cuma 7 meter terasa berkilo kilo. Hingga sampai tujuan, saya baru menyadari saya lupa melakukan gerakan ninja “nuwun sewu”. Pantesan tatapan mereka sedingin kutub utara dan seangker kolong tempat tidur. Daerah sini memang memiliki adat tata krama yang kuat, sampai sekarang masih di terpakkan ke anak cucunya , mungkin karena overdosis tatakrama itu wajah mereka kelihatan jutek (hehe yg ngerasa gpp marah). Sampai di tempat temanku seolah menjadi pelipur lara dengan guyonan dan gojlokan garing tentang bulan madu. Sampai akhirnya harus kembali ke tempat semula, saya baru menyadari kalau harus melewati sirkuit yang sama dengan tadi … fiuhhh … siapkan gerakan ninja “nuwunsewu” (see u next post)

Written by exKalong

28 Juli 2008 at 2:50 pm

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , , , ,