Brain Hunter Blog

it’s all about what inside my brain

Archive for the ‘kulihat’ Category

Katrok Supremacy

with 8 comments

Mungkin saya adalah manusia paling katrok di Jawa Timur. Beberapa hari lalu saya pergi Giant HyperMart dengan tujuan mencari Kaos kaki. Seumur hidup saya baru untuk pertama kali pergi ke tempat itu, padahal lokasinya sangat dekat sekali dengan tempat kerja. Berhubung kaos kaki sudah aus dan berbau ‘penguk’ sekalian sambil mengisi waktu sebelum kerja, saya pergi ke tempat itu. dari awal masuk saja saya sudah celingukan… ketika masuk pintu depan lha ternyata tulisannya Maspion Town Square, saya pikir kesasar jadi muter balik ke arah kanan lewat pintu samping yang ada tulisannya ‘Giant’, eeh ga taunya Giant dan Maspion Town Square adalah satu gedung. Baru kuakui ternyata aku masih seperti yang dulu, aseli katrok. Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

28 Agustus 2008 at 5:22 am

Suatu Malam Menjelang 17 Agustus

with 6 comments

Pada sabtu malam kemaren di bungurasih stok bis jurusan Malang-Surabaya kehabisan. Padahal para penumpang jurusan Malang sudah pada keleleran (termasuk saya 😀 ), maklum besoknya tanggal 17 dan 18 agustus hari libur nasional, jadi dengan semangat 45’ rame-rame mereka boyongan pulang kampung. Saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 24:00 lebih yang artinya sudah memasuki tanggal 17 agustus, waktu di mana pada tahun 1945 bung Karno, bung Hatta dan Ahmad Soebarjo sedang sibuk sibuknya menyiap kan naskah proklamasi. Sedangkan saya di sini juga lagi sibuk sibuk nya ngucek mata menahan ngantuk sambil menunggu bis jurusan Malang. Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

20 Agustus 2008 at 6:08 pm

Bukan Sang Pemimpi

with 7 comments

Dengan rambut kribo, kulit agak hitam dan kurus, si Bocah berlari pecicilan, seolah mencari gara-gara pada siapapun yang lewat. Sedemikian hyper aktifnya tetangga kecilku yang satu itu, mengingatkanku pada sosok Arai di “sang pemimpi”nya Andrea Hirata. Tapi anggapanku tersebut hanya bertahan sejenak tatkala sebuah boneka gajah terlempar tepat mengenai wajahku ..”aiii kenaa hihihi” sambil meringis dia langsung lari keluar rumah. Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

14 Agustus 2008 at 6:44 pm

Ditulis dalam kulihat, Kurasa

Tagged with , , , ,

MekangKang

with 6 comments

Perjalanan naik bis yang seharusnya indah itu menjadi tidak indah lagi, gara gara sikap arogan bin sombong dari penumpang disebelah kursi. Dengan penuh kebanggaan dia “Mekangkang”kan kakinya, meskipus space di tengah Selangkangannya masih kosong lebar. Mengakibatkan ibu tua di sebelahnya yang seharusnya mendapat jatah satu kursi jadi tinggal setengah kursi. Tidak tahu apa yang di sombongkan dari sikap “mekakang” nya dia, apa status sosialnya atau memang ingin memamerkan “selangkangannya”. Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

11 Agustus 2008 at 11:45 am

Ditulis dalam kulihat

Tagged with , , , , , ,

Tiga pertanyaan penting yang akan mengubah hidup anda

with 3 comments

Selamat siang dunia …. Sebenarnya kepingin posting dengan judul “selamat pagi dunia” berhubung mimpinya baru berakhir jam 10 siang saya tidak dapat berbuat apa apa. Sebenarnya story line mimpi saya tadi sangat tidak mengenakkan, alur ceritanya linear terasa monoton dan pendalam karakter setiap pemain kurang mengena (.. lha kok jadi Rudi soedjarwo ). Orang2 tua bilang mimpi adalah kembang tidur, kalau coba saya artikan “kembang” menginterprestasikan sesuatu hal yang indah, dan “tidur” menginterprestasikan anda dengan mata terpejam sambil mulut menganga mengeluarkan air liur dan suara aneh. Jadi artinya kembang tidur adalah kalau anda tidur dengan mendengkur akan terlihat indah …. eh bukan bukan.. artinya sesuatu yang menghiasi alam tidur anda.. kurang lebih seperti itu.

Baca entri selengkapnya »

Written by exKalong

6 Agustus 2008 at 10:33 am

Ninja “nuwun sewu”

leave a comment »

Nuwun sewu pak … sambil bergerak pelan dengan posisi tulang belakang melengkung, kaki di tekuk dan tangan kanan depan tegak lurus kebawah, saya melangkah melewati deretan orang2 tua yang jongkok di tepi gang. Mengingatkan saya pada seorang ninja yang mengintai di kegelapan, bedanya kalau ninja dengan pandangan penuh kewaspadaan sedangkan saya dengan penuh kenarsisan dan keja’iman. Para orang2 tua itu dengan senyum penuh sumringah berkata ‘monggo monggo nak’, seakan penuh kepuasan akan diakui keberadaannya yang tengah berjongkok ria itu.

Saat itu saya masih bersyukur cuma melewati beberapa barisan pejongkok saja. tempo hari pernah dalam sebuah kondangan teman yang nikah, bermaksud sebagai tamu yang baik saya bertanya “di mana mempelainya kok ga kelihatan”, rupanya orang2 di sana sangat lah terlalu baik hati dengan mempersilahkan saya untuk masuk ke dalam rumah yang sesak penuh dengan manusia dan perabotan yang tidak bisa dibedakan. saking baik hatinya beberapa Ibu2 lainnya juga ikut mempersilahkan sambil mendorong2 masuk (perasaan ga kayak di kondangan, malah mirip peloncoan siswa) ketika melihat saya maju mundur untuk masuk. “silahkan masuk, jangan malu2 mas” kata mereka bergantian.

”Anjriit“ .. bukannya karena malu .. hanya saja melihat sirkuit yang akan saya lewati nanti membuat ngeri. Para ibu ibu yang sedang ‘rewang’ tengah berjongkok ria berderet di lorong rumah tersebut hampir sepanjang 7 meter sebelum saya sampai di tempat teman saya yang nikah. Kalau saja sirkuitnya lurus itu tak menjadi masalah, tapi yang saya lihat di sini nyaris tidak ada space yang tersedia buat telapak kaki untuk masuk diselah para pejongkok itu, terlebih setelah saya amati mayoritas para pejongkok rata2 bahenol yang bisa berakibat terjepitnya kaki ku di sela gumpalan-gumpalan daging itu . Berarti saya harus mengatur strategi, dan mengatur timing yang tepat dalam setiap langkah kaki, karena selain melangkah saya harus melakukan gerakan ninja “nuwun sewu”, sebab rata2 para pejongkok adalah ibu2 paruh baya keatas, sebagian kecil lagi cewe2 yg masih muda (kalo yg ini kaki kejepit gpp , ikhlas kok).

Belum sempat mengatur strategi yang jitu.. tiba2 ibu ibu baik hati di belakang ku mendorong sambil berkata “ ayo tho gak usah sungkan2”, membuyarkan kuda2 ku untuk melangkah. Tanpa pikir panjang coba kupakai gaya ninja sungguhan dengan langkah agak cepat, yang berkakibat wajah nyaris tumpah ke adonan kue dan spontan para pejongkok teriak. Tapi insiden itu membawa efek baik … seolah nabi Musa yang membelah lautan, barisan pejongkok tersebut membelah diri membeli jalan kepada saya untuk lewat. Dengan tergesa2 kulewati mereka sambil cengar cengir dan respon dingin kutangkap dari wajah2 para pejongkok itu. Bagaikan melangkah di tengah hutan angker, jarak yang Cuma 7 meter terasa berkilo kilo. Hingga sampai tujuan, saya baru menyadari saya lupa melakukan gerakan ninja “nuwun sewu”. Pantesan tatapan mereka sedingin kutub utara dan seangker kolong tempat tidur. Daerah sini memang memiliki adat tata krama yang kuat, sampai sekarang masih di terpakkan ke anak cucunya , mungkin karena overdosis tatakrama itu wajah mereka kelihatan jutek (hehe yg ngerasa gpp marah). Sampai di tempat temanku seolah menjadi pelipur lara dengan guyonan dan gojlokan garing tentang bulan madu. Sampai akhirnya harus kembali ke tempat semula, saya baru menyadari kalau harus melewati sirkuit yang sama dengan tadi … fiuhhh … siapkan gerakan ninja “nuwunsewu” (see u next post)

Written by exKalong

28 Juli 2008 at 2:50 pm

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , , , ,

No more privilege in my room

with 2 comments

“MY ROOM MY RULE”, demikian teks yang sudah saya ketik di komputer dan siap untuk di print, dengan model clipart jadul gaya ms word plus asesoris teks seadanya. Rencananya tulisan tersebut akan saya tempelkan di daun pintu kamar saya. Kalo hyena memberi tanda area kekuasaannya dengan air kencing, maka saya menggunakan cara yg lebih manusiawi (ga mungkin saya mengencingi kamar saya, bisa2 dilabrak orang serumah) dengan cara menempelkan tulisan “MY ROOM MY RULE”, gak peduli dirumah ga ada yang ngerti bahasa inggris karena kalo di bahasa Indonesiakan jadi aneh.

Ga tau mengapa kamarku slalu menjadi favorit orang serumah, entah itu ponakan, sodara, sepupu bahkan kecoak dan cicak, Seolah ada magnet yg menarik mereka kekamarku, atokah memang itu dari pengaruh dari daya tarik pemilik kamarnya??? :D. hal itu menjadikan saya tidak mempunyai privasi apapun di kamar saya sendiri, mulai dari kasur sampai komputer , menjadi ajang share bagi orang serumah. Efeknya lumayan bikin stress, ga bisa fokus belajar, garap kerjaan n ga bisa tidur pulas (plus ga bisa nonton B**ep (swear, ini sdh jarang ) , sssttt).

Cukuplah intruduction of my room, Kembali tulisan “MY ROOM MY RULE” lagi, oh ya sampe mana tadi….(delay 20 menit). Ehhmm, singkat cerita Teks sudah di print, terus ambil nasi dari magicjar buat lem, dan sepenuh hati ku lumatkan lem nasi ke kertas teks tadi. Dengan pandangan tajam ku pandang sejenak pintu kamarku, dalam hati berkata ‘this is the time’. Saatnya kuikuti kata hati, saat nya kutunjukkan ketegasanku, jati diriku, sisi gelap ku (halaahh). Dengan penuh perasaan dan kemantapan hati kutekan dengan lembut tapi penuh kekuatan ke Kertas menuju daun pintu, kuratakan sisi kertas biar rapat dan tidak ada yg ‘mengelontok’nya. Sebagai sentuhan terakhir ku tekan rada keras seluruh permukaan dan “ Groobyaaakkk” , to be continuee …… (heheh ga ga )

Pintu kamarku ambruk, menimpa meja kecil di balik pintu yang berisi buku bekas. Ga percaya apa yang terjadi, membuat ku ling lung, bingung mau marah kesiapa, Jebol sudah tembok privasiku. Ternyata ‘kusen’ di sisi pintu tsb sudah lama di gerogoti rayap, dan biaya untuk memasang pintu tersebuat lumayan mahal karena harus memasang ‘kusen’ pintu yang baru, mungkin sekitar 1 jt an. Gara2 filosofi “MY ROOM MY RULE” sialan tersebut, kamar yg setidaknya tadi ada privasinya sedikit skrng malah bagaikan windows yg ga ada antivirus dan antispyware nya. Semua worm dan trojan bebas berlalu lalang, menyisakan serpihan2 snack di lantai dan botol minumanku menjadi asbak. Ga ada privasi lagi di kamarku .. siapa mo tukeran kamar???? ( see u in next post..)

Written by exKalong

26 Juli 2008 at 1:50 pm

Ditulis dalam kudengar, kulihat, Kurasa

Tagged with , , ,